Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berhasil Gagalkan Eskpor Ilegal Motor Bodong ke Timor Leste

 

konferensi pers ungkap kasus gudang motor bodong di Gadingrejo, Juwana

Personel Polres Pati dan Polda Jawa Tengah patut diapresiasi. Sebab berhasil menggagalkan upaya ekspor illegal kendaraan tanpa dokumen ke Timor Leste. Hal ini sekaligus membongkar bisnis gelap yang telah berjalan selama tiga tahun ini

PATI - Jajaran Polda Jawa Tengah dan Polres Pati berhasil menggagalkan upaya pengiriman ratusan kendaraan bodong yang akan dieskpor secara illegal ke Timor Leste. Total polisi berhasil menyita 325 unit sepeda motor dan 41 mobil

Dijelaskan oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi, pemesan kendaraan bodong tersebut ialah seseorang berinisal "A" di Timor Leste. Cerita kasus ini bermula ketika petugas Polsek Juwana menemukan 57 unit sepeda motor dan 11 unit mobil bodong di sebuah gudang yang berada di sisi selatan Jalan Raya Pati-Juwana, Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana, pada Rabu 19 Mei 2021 lalu.

“Kemudian dilakukan pengembangan dan kami berhasil mengamankan barang bukti lain di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang,” jelas Kapolda seperti dikutip dari Tribun Jateng.

Selanjutnya, pihaknya berkoordinasi dengan Pelindo Pelabuhan Tanjung Emas, polisi menemukan belasan kontainer kendaraan bodong yang siap kirim. Saat ini, polisi telah menahan total 17 kontainer berisi kendaraan bodong siap kirim.

“Hasil pemeriksaan dari para tersangka, ada 9 yang kami amankan, modus yang mereka lakukan mengelabui petugas. Seolah kendaraan akan dikirim ke Kalimantan. Tapi ternyata akan dikirim ke negara Timor Leste, dan operasi mereka ini sudah berlangsung 3 tahun,” paparnya.

Para pelaku membeli sepeda motor yang tak dilengkapi surat-surat (tanpa BPKB) dengan harga tidak wajar (murah) secara daring dengan sistem COD (Cash on Delivery). Sepeda motor mereka dapat dengan kisaran harga Rp 5 juta sampai Rp 6,3 juta.

Adapun berdasarkan keterangan para tersangka, mobil didatangkan ke gudang oleh Muhammad Najih yang berperan sebagai manajer operasional serta Maruli Agung Kurniawan yang merupakan direktur gudang. Mobil tanpa BPKB tersebut didapatkan mereka di bawah harga pasaran, yakni hanya antara Rp 50 juta sampai Rp 54 juta.

Darimereka ini, para tersangka mendapatkan keuntungan rata-rata Rp 1 juta untuk setiap sepeda motor dan Rp 2 juta untuk tiap mobil.

Terdapat berbagai jenis dan merek kendaraan bodong yang mereka dapatkan. Namun, mayoritas adalah sepeda motor Beat. Menurut Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafaat, para pelaku menyesuaikan jenis kendaraan dengan keinginan pemesan di Timor Leste, yang memang banyak menghendaki motor Beat. Sebanyak 9 tersangka yang telah ditangkap dijerat pasal 481 KUHP subs pasal 480 KUHP jo Pasal 55 KUHP. (yan)