Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wisata Sejarah Belasan Gua Jepang di Pegunungan Patiayam

 

Seorang warga sedang mencoba masuk ke salah satu Gua Jepang di Pegunungan Patiayam, Terban Kudus

Destinasi wisata sejarah di Kabupaten Kudus terus bertambah. Baru-baru ini ditemukan belasan gua Jepang di kawasan Pegunungan Patiayam.

KUDUS - Desa Terban Kecamatan Jekulo belum lama ini telah ditemukan sebanyak 15 gua peninggalan Jepang yang berlokasi di bawah perbukitan sekitaran Pegunungan Patiayam.

Penemuan ini membuat Pemerintah Desa Terban terus menggali dan mengembangkan potensi wisata yang ada di sekitarr Pegunungan Patiayam, khususnya wisata sejarah. Salah satu penemuan gua Jepang terletak di sisi Utara bukit Cangkaraman.

Lokasi gua yang lebih tepatnya berada di sekitaran lahan pertanian warga, untuk menuju lokasi Gua, setidaknya dibutuhkan waktu tempuh kurang lebih 20 menit melewati jalanan kontur menanjak berbatu.

Memiliki pintu masuk lebar sekitar 2 meter, panjang pintu masuknya sekitar 7 meter, dan lebar gua kurang lebih 5 meter. Sementara ketinggian gua hanya berkisar 60 sentimeter. Gua peniggalam Jepang ini berfungsi untuk beberapa hal antara lain, untuk mengintai, menyimpan logistik, dan menyiapkan personil, kata Supeno Kepala Desa Terban.


Supeno menjelaskan, hampir semua gua Jepang yang berada di Bukit Cangkraman punyai pola yang sama. Bentuknya kotak dan kedalamannya menyerupai huruf T.

Dari beberapa gua Jepang yang ditemukan, ada 1 gua yang sedikit berbeda karakternya, yaitu gua memiliki panjang 1 meter dengan kedalaman setengah meter dan memiliki kontur berair, lokasinya dekat dengan Surau Ghondang Pandean, sehingga air tersebut dimanfaatkan untuk fasilitas Surau.

”Gua Jepang punya struktur kotak dan dalamnya T. Ini ada gua tembus namun tengah kami cari,” jelasnya Supeno.

Beberapa gua keberadaanya masih belum ditemukan, karena tertutup oleh lahan pertanian milik warga. Ada yang tertimbun kebun pisang, namun keberadaannya masih bisa terdeteksi dengan kemunculan mulut gua yang sedikit tertimbun oleh tanah.

”Kawasan Desa Terban dulunya untuk bergerilya dan hutan. Jika ditarik dalam kearifan lokal Terban merupakan eranya Mbah Ronggo Kusuma,” kata Supeno.

Selain ditemukannya gua Jepang beberapa waktu lalu, kawasan Patiayam memang dikenal sebagai lokasi penemuan fosil purba. Temuan fosil tersebut disimpan di Museum Patiayam. Jenisnya bermacam-macam, mulai dari gading gajah purba hingga binatang lautnya.

Supeno berharap, dengan ditemukan gua Jepang ini masyarakat Desa Terban mampu mengelola menjadi pontensi wista baru, dan bisa dijadikan tambahan pemasukan warga sekitar. Karena selama ini masih jarang dimanfaatkan oleh warga sekitar, tetapi malah di memanfaatkan sebagian warga untuk tempat ritual. (nir)