Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bupati Jepara Lindungi Rumah Tradisional Bugis di Karimunjawa

Bupati Jepara Andi di depan rumah tradisional Bugis

Bupati Jepara berkomitmen terhadap pelestarian rumah tradisional di Karimunjawa. Pihaknya ingin menjadikan rumah tradisional ini sebagai salah satu destinasi wisata, selain suguhan utama wisata alam

JEPARA - Wilayah terluar Kabupaten Jepara yaitu Kepulauan Karimunjawa terdapat rumah-rumah tradisional dari berbagai wilayah di Indonesia. Keberadaan rumah adat dari berbagai suku dapat menjadi destinasi wisata baru kepulauan Karimunjawa, selain wisata alam yang sudah sangat terkenal dan menjadi jualan utama.

Pemerintah Kabupaten Jepara dalam hal ini, berupaya untuk tetap mempertahankan rumah-rumah tradisional di kepulauan Karimunjawa. Selain untuk melestarikan, juga mempertahankan rumah-rumah tradisional agar dapat dijadikan pilihan tampat wisata di Karimunjawa.

Karimunjawa ibarat miniatur Indonesia.  Ada beragam suku, mulai dari Suku Bugis, Madura, Jawa, Bajo, dan Mandar. Setiap suku itu tetap hidup dengan identitas kesukuan masing-masing. Salah satu identitas yang masih kentara adalah rumah adat tradisional.

"Saat ini rumah adat di Karimunjawa ini tinggal sedikit. Ini jangan sampai kita biarkan. Nanti kalau sudah hilang, kita akan kehilangan khazanah budaya luhur," jelas Bupati Andi.

Tak dapat dipungkiri, salah satunya yaitu rumah adat Bugis di Karimunjawa kian menipis. Perkampungan rumah adat Bugis di kepulauan Karimunjawa banyak dijumpai di Pulau Kemujan. Jika keberadaan rumah adat dapat dipertahankan, itu bisa dijadikan obyek wisata. Sehingga, obyek wisata di Karimunjawa akan lebih variatif.

“Rumah-rumah adat ini nanti pasti akan menjadi suguhan wisata tersendiri bagi wisatawan,” imbuhnya.

Salah satu upaya mempertahankan rumah adat melalui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Dimana pemerintah kabupaten berkomitmen untuk tetap membangunkan rumah masyarakat berdasarkan suku masing-masing.

“Misalnya nanti ada rumah panggung yang masuk dalam program RTLH, kita akan bangun  dengan tetap menjadi rumah panggung. Jika ada keharusan untuk membuat regulasi khusus, saya akan buatkan. Yang penting rumah adat harus tetap masih ada,” tegas Bupati Andi.

Harapanya, dengan adanya bantuan ini masyarakat tetap bisa memiliki rumah layak huni dan tetap sesuai dengan identitas kesukuan masing-masing. (nir)