Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mudahnya Budidaya Kelapa Kopyor Ala Omah Kopyor Ngagel Dukuhseti

Kelapa kopyor dari Dukuhseti menjadi primadona

Budidaya kelapa kopyor itu mudah. Namun menuntut kecermatan dan ketelatenan dari para petani. Yang penting adalah fokus dulu menanam sebaik mungkin. Nanti hasil akan mengikuti.

PATI - Pengelola Omah Kopyor, Tulus Sanyoto membagikan tips untuk sukses budidaya kelapa kopyor. Namun terlebih dulu pihaknya mengingatkan, bagi petani pemula yang ingin mengembangkan kelapa kopyor jangan terbuai dengan nilai ekonomis yang tinggi. Menurutnya, ada beberapa hal teknis yang harus dipahami sebelum menanam kelapa kopyor.

"Jadi untuk pemula jangan dibayangkan dulu nilai ekonomisnya yang memang fantastis dibanding kelapa biasa. Karena setiap tandan buah kelapa yang kopyor alami hanya sekitar 25 hingga 35 persen. Dan potensi pohon berbuah kopyor itu hanya 70 persen dari yang kita tanam," terangnya saat menerima kunujungan para petani dari Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tulus menambahkan, yang perlu diperhatikan selama menanam kelapa kopyor adalah cara pemupukan. Diperlukan pemupukan yang maksimal saat kelapa mendekati berbuah. Hal ini diperlukan agar nantinya malai buah yang dihasilkan juga semakin panjang dan buah yang dihasilkan juga banyak.

"Selain itu, yang harus diperhatikan adalah potensi serangan hama utama kelapa yaitu kwangwung. Jadi harus diperhatikan pengendalian hama ini dengan memperhatikan kebersihan dan sistem sanitasi lingkungan. Upayakan juga jauh dari peternakan sapi," ujar Tulus.

Saat ini, kebutuhan kelapa kopyor untuk pengunjung agrowisata seluas 3.500 m3 itu mencapai 300 butir per bulan. Di tingkat pengepul, harga kelapa kopyor bervariasi antara Rp 25 ribu hingga Rp 57 ribu tergantung diameter buah. Sementara untuk kebutuhan bibit mampu menjual 150 bibit kelapa kopyor per bulan dengan harga Rp 25 ribu per bibit.

"Sementara untuk bibit yang bersertifikat dijual Rp 30 ribu. Jadi, bertani kopyor masih sangat menjanjikan, dan pasarnya sangat terbuka lebar.  Setelah diperbolehkannya obyek wisata beroperasi, Omah Kopyor sudah mulai ramai pengunjung. Dan omzet saat ini bisa mencapai Rp 1 juta hingga Rp 1,8 juta tiap akhir pekan," pungkasnya. (yan)