Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Komitmen Ansor Pati Siap Terjunkan Banser untuk Tutup Prostitusi

 

Ketua GP Ansor Pati usai beraudiensi dengan Pemkab Pati.

Ansor serius ingin membantu pemerintah menegakkan Perda dan menutup kegiatan prostitusi. Langkah itu diiringi dengan penyiapan ribuan personel yang bakal sukarela membantu Forkompinda.

PATI – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pati menyatakan siap jika pemerintah meminta bantuan mereka dalam menutup tempat prostitusi secara permanen. Ansor bakal menerjunkan ribuan personel Banser untuk membantu Forkompimda memastikan tempat-tempat pelacuran tak kembali beroperasi. Termasuk dalam pelaksanaan rehabilitasi eks pekerja lokalisasi.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pati Itqonul Hakim mengungkapkan masyarakat sudah cukup frustasi dengan berlarut-larutnya proses penutupan kegiatan prostitusi  selama ini. Pihaknya berharap pemerintah memiliki batas waktu yang jelas kapan sejumlah tempat lokalisasi tersebut dipulihkan fungsi sosialnya seperti seharusnya.

"Kami ingin membantu pemerintah. Sebagai bagian masyarakat kami juga ingin tahu program rehabilitasi seperti apa yang telah disiapkan, barangkali kami bisa turut berkontribusi,” terangnya saat beraudiensi dengan Pemkab Pati kemarin (4/10/2021).

Namun Itqon menilai kebijakan penutupan sejumlah tempat lokalisasi saat ini nampak berjalan di tempat. Sebab bangunan yang seharusnya telah dirobohkan, namun hingga kini masih berdiri tegak di lahan yang bukan peruntukannya.

“Kami selaku masyarakat tidak lagi mendengar kabar bagaimana perkembangannya. Kami dari GP Ansor siap membantu untuk segera merobohkan bagunan di LI dan tempat prostitusi lainnya. Jika terus berlarut-larut, kami akan mengerahkan personil untuk turun ke jalan kalau perlu,” tegasnya.

Sementara itu Kasatpol PP Pati Sugiyono mengatakan, untuk progres penutupan tempat-tempat prostitusi itu memang dilakukan secara bertahap. Ia mengungkapkan Bupati Pati sudah mengeluarkan surat peringatan agar pemilik bangunan merobohkannya secara mandiri.

“Pak Bupati Pati sudah membuat surat peringatan pertama per 1 Oktober kemarin. Surat peringatan ini berjangka tiga bulan. Kalau tiga bulan belum dirobohkan, maka akan ada surat peringatan yang kedua,” terangnya.

Dirinya juga berterimakasih atas dukungan yang diberikan dari berbagai pihak, termasuk GP Ansor. Menurutnya, Forkopimda memang sudah berkomitmen untuk menutup tempat-tempat prostitusi.

“Ada empat lokalisasi di Pati yang cukup besar, pertama yang terbesar adalah LI, Ngemblok City, Kampung Baru dan Wagenan. Juga beberapa yang kecil-kecil yang tersebar sudah kami tutup. Bahkan tim kami juga membuat pos penjagaan di masing-masing lokasi,” tandasnya. (hus)