Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Meratapi Nasib Sial Klub Sultan PSG Pati

Pemain PSG Pati/AHHA PS Pati Syaiful Indra Cahya membawa bola dibayangi pemain Persijap Jepara/@sri.nugroho

Apa yang terjadi pada PSG Pati memang sungguh di luar dugaan. Klub sultan dengan uang berlimpah namun harus susah payah menjalani kompetisi perdana mereka di Liga 2. Dari ambisi naik kasta hingga akhirnya harus berjuang untuk lolos dari maut zona degradasi.

PATI - Siapa tak silau dengan PSG Pati (AHHA PS Pati). Diperkuat dengan materi pemain mewah untuk kelas Liga 2, didukung sumber dana besar dari dua chairman yang merupakan pesohor tanah air. Atta Halilintar youtuber kondang Asia Tenggara, dan Putra Siregar pengusaha smartphone besar PS Store.

Sejak keduanya masuk sebagai investor, perombakan besar terjadi. Sejumlah pemain top nasional didatangkan. Tidak sedikit yang menuai kontroversi karena tim merekrut dua nama pemain yang kerap kena masalah indisipliner di timnas kelompok umur. Mereka adalah Nurhidayat dan Yudha Febrian hingga pada akhirnya nama terakhir didepak dari tim sebelum liga dimulai.

Nama-nama tenar lain yang merapat adalah Zulham Zamrun, Syaiful Indra Cahya hingga merapatnya Osas Saha. Boleh dibilang materi pemain yang dimiliki PSG Pati adalah kelas Liga 1 seperti di tim Persi Solo.

Karena itu tim ini digadang-gadang bakal merepotkan tim-tim tradisional di Liga 2 dan masuk kandidat tim yang akan lolos ke Liga 2. Bahkan sang pemilik tim jauh-jauh hari sudah mematok target naik kasta tak kalah dengan sesumbar bos Persis Solo Kaesang Pengarep.

Sayangnya bola memang benar-benar bundar. Catatan mentereng di atas kertas tak sama dengan apa yang terjadi di lapangan. Tim ini pada akhirnya harus menjadi bulan-bulanan. Tergabung di grup C bersama Persis Solo, PSCS Cilacap, Persijap Jepara, PSIM Yogyakarta, dan Hizbul Wathan FC. Tim ini bukannya bersaing mendapat tiket babak 8 besar malah harus susah payah berjuang lolos dari lubang degradasi bersaing dengan Hizbul Wathan yang berada di dasar klasemen sementara.

Tim dengan 1 juta followers Instagram ini babak belur di putaran pertama, 3 kalah, sekali seri dan sekali menang. Tentu yang paling sial saat sanksi kalah WO dan denda 90 juta yang didapat saat menghadapi Persis Solo akibat memainkan pemain baru mereka yang dianggap ilegal. Akibat sanksi itu langkah tim PSG Pati jadi semakin berat dan harus berjuang menjauh dari zona merah.

Selain hasil pertandingan yang buruk, tim ini juga selalu mendapat masalah. Selain pemainnya yang banyak mendapat sanksi akibat bermain kasar, tim ini total sudah mendapat denda dari Komdis PSSI sebesar 173 juta. Tentu uang segini tidak terlalu besar. Mengingat sederet sponsor yang melekat di jersey mereka musim ini.

Sungguh ironis sekali. (redaksi)