Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Polres Pati Ringkus Calo CPNS

 

Pelaku penipuan jasa CPNS yang ditangkap Polres Pati

Jangan percaya jika ada oknum yang menawarkan jasa bisa meloloskan anda menjadi pegawai negeri sipil. Bisa-bisa Anda menjadi korban penipuan.

PATI - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pati berhasil meringkus dua pelaku penipuan dengan iming - iming dapat membantu menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di wilayah Kabupaten Pati.

Pelaku berhasil diamankan di Semarang, tak lama setelah menerima pengaduan dari salah satu korban warga Kabupaten Pati.

Adapun kedua pelaku penipuan CPNS tersebut berinisial YM warga Padang Sumatera Barat dan M warga Subang Jawa Barat. Sedangkan korban penipuan yakni FS.

Kapolres Pati AKBP Christian Tobing mengungkapkan, modus operandi kedua pelaku ini membujuk agar korbannya menjadi PNS melalui dia dengan menyerahkan sejumlah uang.

Adapun barang bukti yang berhasil disita diantaranya lembar SK Pengangkatan, 12 slip setoran uang tunai senilai Rp 89 juta serta dua buah telepon genggam,” ungkapnya saat pres rilis akhir tahun 2021 di halaman Mapolres Pati, Jumat (31/12/2021).

Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka menjanjikan korban menjadi PNS di salah satu dinas di lingkungan Pemkab Pati. Sedangkan penipuan ini terjadi pada pekan terakhir Desember tahun 2021.

Kapolres menegaskan akan terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini serta melakukan pengembangan. Pihaknya mengimbau, apabila terdapat masyarakat yang menjadi korban kasus semacam itu agar segera melaporkan  ke Polres Pati.

Kedua pelaku bakal dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun.

Sementara, Bupati Pati Haryanto yang turut hadir dan meninjau pelaku menyampaikan rasa kekecewaannya terhadap oknum - oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan kesempatan dengan mengiming - imingi korban untuk menjadi CPNS.

"Kepada masyarakat Pati untuk selalu berhati – hati terhadap oknum yang mengaku atau menjanjikan dapat meloloskan tes CPNS, terlebih sampai mengatasnamakan pejabat di Pati," tegasnya. (yan)