Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bela Harga Diri Petani di Tulakan Jepara Putus Jembatan Tambang Ilegal


Para petani memotong kayu kelapa yang menjadi jembatan untuk akses tambang ilegal batuan di Sungai Kaligelis, Desa Tulakan, Donorojo, Jepara

Sejumlah petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Margo Utomo Desa Tulakan Kecamatan Donorojo Jepara melakukan tindakan tegas. Mereka memotong jembatan yang menjadi akses tambang ilegal yang mengancam jaringan irigasi sawah mereka.

JEPARA - Sebuah jembatan dari konstruksi kayu kelapa dihancurkan pada Jumat (7/1/2022) di Sungai Kaligelis. Jembatan ini merupakan akses bagi penambang ilegal bantuan galian C di sungai tersebut.

Aksi ini merupakan upaya para petani untuk menegakkan aturan dan kesepakatan yang pernah dikeluarkan oleh Forkompinda pada tahun 2020 lalu.

"Setelah 2 tahun penambangan batuan illegal tidak beroperasi karena ditutup oleh pemkab, tiba-tiba 10 hari lalu ada kegiatan penambangan batuan di Kali Gelis yang menggunakan alat berat," kata Ketua Gapoktan Margo Utomo H. Masruhan.

Masruhan menambahkan, keberadaan penambangan batuan illegal ini sangat mengkhawatirkan keberlanjutan lingkungan hidup, irigasi pertanian dan sumberdaya air.

"Lebih dari 200 hektar  sawah mendapatkan pengairan dari irigasi teknis yang dikhawatirkan akan terdampak oleh kegiatan penambangan batuan illegal," kata Masruhan.

Sementara itu koordinator lapangan (korlap) aksi  pembongkaran jembatan, Rahmanto,  mengatakan  Gapoktan Margo Utomo sebenarnya sudah melaporkan keberadaan penambang batuan illegal kepada Kepala Desa Tulakan maupun Badan Permusyaratan Desa (BPD) Tulakan.

"Tetapi respon petinggi belum optimal, maka kami membongkar jembatan dengan aksi yang kami beritahukan kepada Polsek Donorojo," papar Rahmanto.

"Kami berharap pihak berwenang bersikap tegas terhadap penambang illegal galian C di Kali Gelis.  Semoga dengan aksi ini, penambangan illegal bisa ditertibkan dan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," imbuh Rahmanto. (yan)