Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BPD dan Pemdes Tulakan Dukung Langkah Gapoktan Tolak Penambangan

 

Rembug tani yang dilaksanakan di kediaman Ketua Gapoktan H. Masruhan, Dukuh Winong, Desa Tulakan, Senin (10/2022)

Aparat desa berdiri satu barisan mendukung penuh langkah para petani Desa Tulakan yang mempertahankan kelangsungan masa depan pertanian desanya dari ancaman penambangan batuan di Kali Gelis.

JEPARA - Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Pemerintah Desa (Pemdes) Tulakan Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara mendukung upaya Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Margo Utomo dalam upaya menegakkan aturan yang disepakati bersama pada tahun 2020 lalu.

Hal itu terungkap dalam rembug tani yang dilaksanakan di kediaman Ketua Gapoktan H. Masruhan, Dukuh Winong, Desa Tulakan, Senin (10/2022) malam kemarin.

"Pada prinsipnya BPD mendukung upaya-upaya petani dalam menjaga ketahanan pangan dan mengelola pertanian sepanjang tidak menimbulkan konflik sosial di masyarakat,” kata Chadziq, Ketua BPD Tulakan.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa jika penambangan itu berizin, tentu memerlukan persetujuan masyarakat sekitar, rekomendasi kepala desa, lalu ke pemerintah kabupaten baru mendapatkan izin pemerintah provinsi.

"Kalau ada yang membawa Surat Keterangan Usaha (KSU) lalu mengatakan sudah mendapat izin kepala desa, perlu diluruskan. SKU itu hanya untuk mendapatkan kredit dari bank, bukan izin dari kepala desa untuk melakukan penambangan batuan,” kata Chadziq.

Sementara itu, Pemdes Tulakan yang diwakili Ladu, Wahyu Triatmowibowo mengatakan mendukung upaya Gapoktan dalam menegakkan aturan dan memperjuangkan ketahanan pangan.

"Setahu saya, kepala desa tidak pernah mengeluarkan izin penambangan batuan. Kepala desa hanya menandatangani Surat Keterangan Usaha yang dibuat Suntono, di mana pekerjaannya sebagai penggali batuan,” kata Wahyu.

"Kalau SKU itu digunakan Suntono untuk melakukan penambangan batuan dan menyewa lahan, informasi ini akan saya sampaikan kepada pak Kepala Desa. Kita pantau bersama kegiatan Suntono,” jelas Wahyu.

Ketua Gapoktan Margo Utomo H. Masruhan menyambut baik dukungan BPD dan Pemdes.

"Saya berharap kita semua, Poktan, Gapoktan dan petani di Desa Tulakan kompak menjaga lingkungan dan kondusivitas desa. Mudah-mudahan penambangan batuan ilegal di Kali Gelis benar-benar berhenti beroperasi,” ujar Masruhan.

Dari informasi yang diperoleh di lapangan, alat berat yang masih tertinggal di persawahan dekat Kali Gelis, tengah malam tadi telah dipindahkan pemiliknya. (hus)