Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Maguwoharjo dan Segiri Referensi Stadion Baru Kota Pati

Stadion Segiri Samarinda dengan tribun melingkar yang tidak terlalu besar namun rapi


Pemkab Pati hendak membangun stadion baru. Lalu desain seperti apakah yang cocok untuk mengarungi liga profesional. 

PATI - Pimpinan DPRD Kabupaten Pati melempar wacana pembangunan stadion baru. Hal ini mencuat setelah keberhasilan tim Persipa Pati promosi ke Liga 2. Wacana ini didukung ketersediaan lahan yang dimiliki oleh pemerintah daerah setempat.

"Kita bisa membuat stadion baru untuk Persipa. Saat ini untuk lahannya sudah ada dan luasnya juga cukup, yaitu di daerah Bayuurip Kecamatan Margorejo dan di Kecamatan Tlogowungu," ungkap Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badurin saat menerima kedatangan tim Persipa Pati usai menyelesaikan pertandingan babak 16 besar Liga 3 nasional.

Lalu stadion seperti apakah yang cocok dibangun di kota berjuluk Bumi Mina Tani ini. Ada beberapa referensi stadion yang bisa ditiru. Konsepnya adalah stadion khusus sepakbola, tanpa lintasan atletik.

Jenis stadion ini masih jarang di Indonesia, rata-rata semua stadion didesain memiliki lingkaran untuk lintasan atletik. Karena Kota Pati sudah memiliki stadion seperti ini yaitu di Stadion Joyokusumo, alangkah baiknya pemerintah membangun stadion yang khusus untuk pertandingan sepakbola seperti kebanyaka stadion di kompetisi Liga Inggris.   

Pemkab Pati bisa meniru desain Stadion Kapten I Wayan Dipta homebase Bali United atau Stadion Segiri Samarinda homebase dari Boreno FC. Kedua stadion ini memiliki desain mirip-mirip stadion di Inggris, dengan tribun melingkar dan jarak lapangan dengan tribun tidak terlalu jauh.

Stadion Maguwoharjo Sleman bisa menjadi referensi stadion yang bagus

Selain itu ada juga kandang PSS Sleman, Stadion Maguwoharjo juga memiliki desain yang hampir mirip. Tanpa lintasan atletik, dan jarak lapangan dengan tribun sangat dekat. 

Sebagai kandang tim profesional, yang menjadi perhatian utama bagi sebuah stadion tentunya adalah kualitas lapangan yang berstandar, lampu penerangan, serta kelengkapan penunjang lainnya sesuai standar regulasi sebuah kompetisi liga. Jangan sampai pemkab membangun stadion asal-asalan, tanpa melihat regulasi yang berlaku. (hus)