Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Alif Silfia Luthfiyah, Juara 3 AKSI Indosiar, Cita-cita Jadi Bu Nyai

  

Alif berhasil menjadi juara ke-3 dalam ajang AKSI Indosiar tahun 2022

Alif masih tidak menyangka bakal bisa tampil di ajang pencarian bakat Akademi Sahur Indonesia (Aksi) di stasiun televisi swasta nasional Indosiar. Santri asal Pucakwangi ini berhasil tampil memukau hingga babak final dan berhasil menjadi juara ke-3 AKSI Indosiar tahun 2022 ini.

Alif masih belum menyangka akhirnya dirinya lolos di panggung AKSI Indosiar. Sebab, dara asal Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati itu menganggap bahwa AKSI berisi orang-orang hebat dari seluruh Indonesia. Dirinya masih tak menyangka mampu lolos menjadi 24 besar.

Alif mengaku persaingannya sangat ketat. Semua peserta memiliki ciri khas dan dukungan yang luar biasa dari masyarakat.

Meski begitu, Alif sangat bersyukur mampu lolos sampai ke Jakarta. Ia menyatakan bahwa AKSI Indosiar merupakan panggung yang diidam-idamkan sejak lama. Alif selama ini terus berjuang di berbagai kompetisi daerah hingga nasional untuk menempa diri. Hasilnya, kini ia bisa menjadi kontestan di salah satu kompetisi dakwah paling populer itu.

Alumnus Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo itu juga mengaku juga harus mengorbankan beberapa hal. Alif, misalnya, harus bergadang bermalam-malam untuk menyiapkan materi, berulang kali merekam video kompetisi, hingga rela tidak pulang kampung selepas wisuda agar persiapannya lancar.

“Saya niatkan semuanya untuk belajar. Alhamdulillah saya mampu mengambil banyak hikmah sekaligus berkompetisi di AKSI 2022 ini,” katanya.

Alfi sendiri telah terdidik sejak kecil dalam hal pendidikan agama. Pendidikan dasarnya ditempuh di MI Nahjatul Faizin Kepohkencono, dilanjutkan ke MTsN 1 Pati, lalu ke MA Raudlatul Ulum Guyangan Trangkil, dan melanjutkan ke bangku kuliah di UNSIQ Wonosobo. 

Gadis kelahiran 1998 ini juga tercatat sebagai santri berprestasi. Dia menjadi langganan juara MTQ baik di tingkat kabupaten, dan provinsi. Hingga menjadi juara murrotal Qur'an tingkat nasional.

Sementara itu bakat dakwah Alif ternyata sudah tampak dan diasah sejak kecil. Menurut ibunya Umi Kalsum, Alif merupakan anak yang pemberani di depan publik. Alif bahkan telah memiliki cita-cita kuat sejak umur enam tahun, yakni menjadi seorang “Bu Nyai”.

“Karena Alif punya keinginanan yang kuat, tentunya saya sebagai ibunya memberikan dukungan terbaik. Saya melatih Alif untuk berpidato sejak belia. Karena saya juga Ketua Ranting Fatayat di desa, kadang saya meminta Alif untuk gantian memberikan sambutan ketika ada acara,” jelas Umi.

Menurutnya lolos di AKSI Indosiar adalah impian terbesar Alif. Ia mengenang betapa Alif telah berjuang di berbagai kompetisi dakwah terutama di kampus. Pertemuan dengan banyak orang baik akhirnya mampu mengantar Alif maju di skena televisi nasional. (Yan)